Oleh: piwulang | 26 November 2009

NIAT versi ARAB VS NIYAT versi LOKAL

“ Innama A’malu bin Niat “
Begitulah sebuah kalimat yang menjadi basic dan landasan bagi salah satu golongan/kelompok Agama yang ada di dalam negeri ini. Rasanya gak berlebihan jika saya mencontek salah satu Hadis yang sangat POPULER bagi kalangan awam.

“ Sesungguhnya amal perbuatan itu bergantung pada NIATNYA “ begitu kata sebuah Hadis atau maaaf klu saya harus mengatakan dengan istilah “ Pendapat “. Yah… sebuah pendapat yang berkembang di daerah Timur Tengah dan telah dianggap sebagai pendapat yang TULEN dan telah mendapatkan LEGALITAS dari para penyusunnya ( perawi ) yang kesohor dengan sebutan Hadis yang “ Shokheh “. Saya pribadi gak ambil pusing dengan Hadis tersebut dalam batasan mau disebut Sokheh atau Da’if halah..halah…sok ke Arab-araban…

Pedahal jujur saja saya gak mudheng dengan bahasa yang satu ini, walau sedari kecil selalu membaca yang TERSURAT loh.

Yah..niat memang merupakan dorongan untuk melakukan atau mengerjakan sesuatu. Karena itu, niat bukanlah merupakan “ Bahasa atau Suara “, niat bukanlah sebatas ucapan, baik itu ucapan dalam hati ataupun melalui mulut. Jika niat hanya berupa ucapan ( bersuara maupun dalam Hati ) itu sama saja antara mengucapkan niat untuk melakukan Sembahyang ( shalat ) maupun hendak melakukan Perampokan. Karena niat yang demikian, jelas tidak lebih UTAMA daripada PEBUATAN.

Sebuah Niat akan menjadi lebih penting daripada AMALAN yang banyak, bila niat itu merupakan KEHENDAK untuk melakukan segala sesuatu yang telah DIGAGAS dalam pikiran, niat yang sudah DIRENCANAKAN dan DIMANTAPKAN dalam pikiran dan Hati. Niat semacam inilah yang membedakan antara perbuatan KEBAJIKAN dan perbuatan KEJAHATAN.

Heks..heks…
Mungkin ada yang mau berseloroh neh…” klu begitu yah lebih baik ber NIAT saja, tidak perlu beramal atau bertindak “. Halah..halah…anggapan dan pikiran semacam ini jelas-jelas kurang memahami makna tentang NIAT yang tersurat dalam hadis Impor tadi.

Apa yang dimaksud dengan NIAT itu lebih baik daripada AMALNYA…??.

Begini nih…contoh yang paling sederhana, untuk membuktikan bahwa NIAT bisa dikategorikan lebih BAIK daripada AMALANNYA.
Ada 2 orang yang satu kaya dan satunya orang biasa ( pas-pasan ), mereka sama-sama berNIAT menolong dan membantu orang miskin. Mereka sama-sama memberikan uang kepada si miskin. Si kaya memberikan lima ratus ribu dan orang yang biasa tadi memberikan limapuluh ribu rupiah. Jika kita melihat dari segi banyaknya uang, tentu saja AMALAN si orang kaya tadi akan lebih besar NILAINYA dari pada si orang biasa ya nggak…ya nggak…!! Tetapi bagaimana jika dilihat dari segi NIAT..?? boleh jadi nilai yang diperoleh orang biasa jauh lebih besar ketimbang si orang kaya. Loh…kok bisa…?? Mengapa…?? Karena si orang biasa tadi memberikan bantuan berdasarkan uang SISA yang ada pada dirinya…wong namanya saja pas-pasan….he..he… Sedangkan uang si kaya yang diberikan kepada orang miskin tadi hanya sekian PROSEN dari KELEBIHAN uang yang dimilikinya.

Artinya NIAT si orang biasa ialah menolong dengan SEGENAP DAYA yang dimilikinya, sedangkan NIAT si kaya hanyalah menolong dari SEBAGIAN KECIL yang telah dimilikinya.

Nah dengan MEMAHAMI kenyataan demikian ini, kita akan bisa memahami bahwa ternyata memang NIAT itu LEBIH UTAMA daripada AMALAN atau PERBUATANNYA.

Sekarang mari kita perhatikan isi pesan dalam petikan Suluk Wujil yang merupakan Prinsipi hidup telah ada mengakar kuat di negeri Nuswantoro ini telah diulas begitu mendalamnya seakan telah ” Mbalung Sumsum ” dalam diri setiap Kawulo terutama poro sesepuh dalam kehidupan bermasyarakat yang Santun, Lembut, penuh Tepo Sliro dan Tenggang Rasa dalam bersosialisasi terhadap sesama manusia. Dan, inilah AJARAN hidup asli Anak Negeri Nuswantoro sebelum AJARAN produk luar ini masuk di bumi Nuswantoro embuh siapa yang membawanya. Berkut petikan Pitutur Orang/Ulama BIJAK versi suluk Wujil :

Heh Wujil, niyat iku luwih saking amale ponang akathah,
Nora boso utowo swara rek,
Niyating pingil iku kang gumelar nyanane reki,
Sejatine kang niyat nora niyatipun,
Niyating pingil gumelar,
Niyating Sembahyang nora bedaneki lan niyat ambe Begal.

Terjemahannya kira-kira demikian :

Hai Wujil, Niat itu LEBIH UTAMA dari amalan yang banyak, Niat itu BUKAN Bahasa ataupun suara Niat itu untuk melakukan TINDAKAN yang ada di dalam pikiran, Sesungguhnya yang disebut Niat itu bukan pada Niatnya, Tetapi Niat untuk melakukan tindakan yang TERUNGKAP, Kalau hanya Niat, maka niat Sembahyang ( Shalat ) yang tiada bedanya dengan niat Merampok.

Yah…yah…ternyata adanya Hadis seputar Niat yang bergulir dan berasal di Negeri seberang sono, telah ada di Negeri Nuswantoro ini. Lalu Apa bedanya yah…antara

Niat dalam Suluk Wujil versi dan Produk Bumi Nuswantoro dengan Niat versi dan Produknya negeri seberang..??. Adakah…adakah…???

Santri Gundhul ini mencoba merenunginya sambil NGISEP kretek 234…buull…buulll…asapnya ngepul bulet-bulet membumbung..melambung entah kemana tujuannya…hilang..lenyap…dalam KETAIDAAN….

Lantas,…. Terlintas dalam benak ini masihkah di HATI ini tetap memiliki NIAT untuk NGURI-URI Kabudayan Nuswantoro yang kenyataannya lebih PAS dengan CITA RASA lidah kita…??. Daripada harus merasa GEMAGAH ( superior ) dengan menelan mentah-mentah Produk luar yang ternyata baru dipahami sebatas Kulit Luarnya saja sambil “ MENGKLAIM bahwa Produk Ajaran dari luar lebih BENAR dan SHOKHEH “ ketimbang Ajaran HIDUP asli dan telah ada “ MENGAKAR kuat “ di Bumi Nuswantoro ini yang sempat dihembus-hembuskan sebagai Ajaran KLENIK, TAHAYUL, BID’AH dan KHUROFAT…??

Halah…halah…apa lagi ini Bid’ah, Khurofat…wis embuh aku ra mudheng…Mungkin ada baiknya kita sama-sama merenungkan sebuah Petuah si Mbah

Pokoknya sekarang aku NIAT mau Ndlosor…..sambil kemulan sarung….terus sambil berbisik kupanjatkan sebuah NIAT juga, Duh..Gusti Kang Hakaryo Jagad…Pejah Gesang hananiro kulo Haturaken dumateng Panjenengan.

Ingsun Teteken Muhammad, Suro suco ludiro Joyodiningrat lebur dening Pangastutiningsun.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: